Membaca Masa Lalu · Menemukan Kesadaran · Menulis Masa Depan Cek Pesanan halo@nunuahamijaya.com
Sanad & Tokoh

Warisan Hikmah Tamsil Linrung

Islam untuk Kemanusiaan, Keadaban, dan Kenegaraan

0 terjual 0 dilihat
“Kaderisasi sebagai strategi peradaban, bukan regenerasi teknis Aktivis dan politisi harus terbentuk oleh kesadaran sejarah dan visi kebangsaan. 3.”
Rp10.000 Rp20.000 Hemat 50%
Format
PDF Digital
Halaman
475 hlm
Bahasa
Indonesia
Terbit
2026
Penulis
Nunu A. Hamijaya
ISBN
Beli Sekarang
Pratinjau gratis
5 halaman pertama
Akses instan
PDF setelah pembayaran terverifikasi
Unduh 5×
Berlaku 1 tahun
Pembayaran aman
Transfer bank & e-wallet

Warisan Hikmah Tamsil Linrung — Islam untuk Kemanusiaan, Keadaban, dan Kenegaraan adalah karya Nunu A. Hamijaya setebal 475 halaman, tersusun dalam 16 bagian pembahasan.

Buku ini terdiri atas 475 halaman. Pratinjau gratis mencakup 5 halaman pertama.

  1. Sambutan — 5
  2. Kata Pengantar H. Tamsil Linrung — 11
  3. Sekapur Sirih — 21
  4. Ucapan Terima Kasih — 23
  5. Speak Up — 25
  6. BAB 1 — 141
  7. IQRA’ UNTUK HIDUP YANG BERNILAI — 141
  8. Iqra’ Sebagai Basis Pemikiran — 142
  9. Kelahiran, Keluarga, dan Atmosfer Pendidikan — 144
  10. Peran Ayah: Linrung dan Warisan Nilai — 145
  11. Sosok Ibu dan Madrasah Keluarga — 150
  12. Kata-kata Sang Raja Bertuah — 152
  13. Pendidikan Formal dan Tradisi Membaca — 154
  14. Lorong Sebagai Ruang Sosial dan Kesadaran Organisasi — 156
  15. Universitas Kehidupan dan Jalan Politik — 159
  16. Refleksi Iqra’ dalam Hidup Tamsil Linrung — 161
  17. Tamsil Linrung Tentang Perempuan Bugis — 164
  18. Tokoh-tokoh Legendaris Perempuan Bugis — 167
  19. Siti Aisyah We Tenriolle — 168
  20. Retna Kencana Colliq Pujie Arung Pancana Toa Matinroe ri Tucae. — 168
  21. Karya Colliq Pujie — 170
  22. I Fatimah Daeng Takontu Karaeng Campagaya. — 171
  23. Opu Daeng Risadju. — 172
  24. Gua Tagari, Pangket: Destinasi Wisata Sejarah — 174
  25. BAB 2 — 177
  26. SUMPAH ATAS NEGERI INI: JALAN PENGABDIAN — 177
  27. Ingat Bugis, Ingat Phinisi: Kapal Layar di Samudera Luas — 180
  28. Sumpah Atas Negeri dalam Surah Al-Balad Landasan Iman Kebangsaan — 182
  29. Nasionalisme Ilahiyah dan Identitas Politik Tamsil Linrung — 184
  30. Mandale, Lorong, dan Basis Kultural Kesadaran Kebangsaan — 186
  31. Identitas Bugis Sebagai Modal Sosial dan Politik — 188
  32. Perspektif Akademik Tentang Masyarakat Bugis: Diaspora, Karakter, dan Modal Sosial — 190
  33. Falsafah Sulapa’ Eppa sebagai Landasan Etik dan Spiritual — 192
  34. Diaspora, Mobilitas, dan Jejaring Saudagar Bugis — 195
  35. Tamsil Linrung: Perantau, Saudagar, dan Aktivis — 197
  36. Peneguhan Amanah Politik Dan Sumpah Atas Negeri — 199
  37. Tamsil Linrung Orang Bugis: Juru Damai — 201
  38. Linrung: Keliling Dunia, Kembali ke Tanah Kelahirannya — 203
  39. Tamsil: Manusia Bugis — 203
  40. Manusia Bugis — 203
  41. Tamsil: Sulapa Appa (Falsafah Manusia Bugis) — 204
  42. Arsitektur Rumah Bugis sebagai Cerminan Kosmologi Sulapa’ Eppa’ — 207
  43. Tradisi Masyarakat Bugis — 211
  44. BAB 3 — 215
  45.  BANGKIT DAN BANGUNKAN: ETOS MUZZAMMIL — 215
  46. Kerangka Etos Muzzamil — 218
  47. Kemandirian Remaja, Pengalaman Ekonomi, dan Pembentukan Etos Kerja — 220
  48. Masa Kuliah: Bisnis, Pengaruh Intelektual, dan Aktivisme Awal — 222
  49. Jaringan Intelektual, Senat Mahasiswa, dan Pers Kampus — 225
  50. Aktivisme Formal, Jejaring Nasional, dan Pematangan Peran Publik — 226
  51. Inspirasi Dari Prof Halide: Perintis Ekonomi Syariah di Indonesia — 229
  52. Konperensi Ekonomi Islam di Makkah — 232
  53. Spiritual Capital, Kesadaran Perjuangan, dan Landasan Nilai Surah Al-Muzzammil — 233
  54. Etika Kepemimpinan, Kontrol Diri, dan Keteguhan Moral — 236
  55. Transisi ke Jakarta, Akses Tokoh Nasional, dan Perluasan Medan Perjuangan — 238
  56. Formulasi Etos Muzzammil sebagai Basis Kepemimpinan Tamsl Linrung — 241
  57. BAB 4 — 245
  58.  ISLAM SEBAGAI JALAN HIDUP: FĪ SILMI KĀFFAH — 245
  59. HMI MPO: Eggy Sudjana dan Tamsil Linrung — 247
  60. Tamsil dan Andi Jamaro — 248
  61. Dualisme Kepemimpinan — 251
  62. Fase Awal Keterlibatan Politik dan Pembentukan Orientasi — 265
  63. Masuk ke Struktur Politik Formal dan Dinamika Partai — 266
  64. Jaringan Politik, Advokasi Kebijakan, dan Konsolidasi Kepentingan Umat — 268
  65. Peran dalam Legislasi, Anggaran, dan Kebijakan Strategis Negara — 270
  66. Relasi Politik, Negosiasi Kekuasaan, dan Posisi di Tengah Elite Nasional — 272
  67. Konsolidasi Kepentingan Umat dan Strategi Mempertahankan Agenda Jangka Panjang — 274
  68. Tekanan Politik, Konflik Kepentingan, dan Pengujian Konsistensi Nilai — 276
  69. Ketahanan Politik, Adaptasi Strategis, dan Dinamika Elektoral — 278
  70. Regenerasi Politik, Transfer Pengalaman, dan Keberlanjutan Agenda Perjuangan — 280
  71. Refleksi Posisi Politik: Antara Historisitas Gerakan dan Arah Masa Depan Umat — 281
  72. Orientasi Politik Jangka Panjang: Institusionalisasi Nilai dan Agenda Perjuangan — 283
  73. Konstelasi Global, Politik Identitas, dan Respons terhadap Tantangan Geopolitik — 285
  74. Strategi Kebijakan, Navigasi Sistem, dan Konsistensi Peran di Ruang Negara — 287
  75. Rekonstruksi Peran, Relevansi Model Politik, dan Jejak Kepemimpinan Nilai — 289
  76. BAB 5 — 291
  77.  MEMELUK TALI ALLAH, MERAJUT KEMANUSIAAN — 291
  78. Tafsir Konseptual tentang “Memegang Teguh Tali Allah” dalam Kerangka Kepemimpinan dan Persatuan — 292
  79. Persatuan Umat sebagai Basis Kekuasaan Politik dan Transformasi Sosial — 295
  80. Kegagalan Konsolidasi Umat sebagai Masalah Struktural, Bukan Sekadar Moral — 298
  81. Kepemimpinan Strategis sebagai Kunci Konsolidasi Umat — 301
  82. Politik Umat: Dari Mobilisasi Emosional ke Konsolidasi Struktural — 304
  83. Ormas Islam sebagai Modal Sosial yang Belum Dimaksimalkan — 307
  84. Partai Politik Islam dan Krisis Representasi Kolektif — 310
  85. Ketiadaan Platform Bersama sebagai Faktor Disintegrasi Politik Umat — 314
  86. Keterputusan Elite-Ulama-Aktivis sebagai Hambatan Konsolidasi — 317
  87. Kelemahan Infrastruktur Kaderisasi Politik Umat — 321
  88. Kelemahan Koordinasi Legislasi dan Advokasi Kebijakan Umat — 324
  89. Keterbatasan Basis Finansial dan Infrastruktur Pendukung Gerakan Umat — 327
  90. Absennya Pusat Komando Strategis Umat dalam Politik Nasional — 331
  91. Kerapuhan Koalisi Politik Umat dalam Sistem Demokrasi Elektoral — 335
  92. Urgensi Desain Gerakan Politik Umat yang Terpimpin dan Terukur — 338
  93. BAB 6 — 343
  94.  PIAGAM MADINAH DAN GAGASAN KEBANGSAAN BARU — 343
  95. Dari Nabi SAW ke NKRI: Menjaga Kontrak Sosial Umat — 344
  96. Latar Politik dan Konteks Kelembagaan — 347
  97. Penguatan Jaringan Sosial dan Politik — 348
  98. Orientasi Kebijakan dan Advokasi Publik — 350
  99. Strategi Legislasi dan Peran dalam Parlemen — 351
  100. Dinamika Internal Parlemen dan Pengaruh Kelembagaan — 353
  101. Isu Strategis dan Fokus Perjuangan Kebijakan — 354
  102. Advokasi di Luar Ruang Legislatif Formal — 356
  103. Sinkronisasi Peran Politik dan Basis Gerakan — 358
  104. Posisi dalam Struktur Kepartaian dan Koalisi Politik — 360
  105. Respons terhadap Isu Nasional dan Kepemimpinan Adaptif — 362
  106. Fungsi Pengawasan dan Akuntabilitas Kebijakan — 364
  107. Kontribusi terhadap Demokrasi Substantif dan Keterlibatan Publik — 365
  108. Perspektif Internasional dan Kepedulian Geopolitik — 367
  109. Konsistensi, Tantangan, dan Relevansi Politik Kontemporer — 369
  110. BAB 7 — 371
  111.  JALAN MENDAKI MENUJU JANJI TUHAN — 371
  112. Roadmap Perjuangan Islam dan QS An-Nur: 55 — 372
  113. Relevansi Politik Kebangsaan — 372
  114. Tamsil Linrung dalam Lintasan Gerakan Islam Modern Indonesia — 374
  115. Politik Rahmah dan Transformasi Gerakan Umat — 377
  116. Zohran Mamdani, Politik Global, dan Arah Gerakan Islam — 379
  117. Fenomena Zohran Mamdani — 382
  118. New York merupakan panggung politik ultra kompetitif. — 383
  119. Peduli Kemanusiaan dan Pendidikan Tamsil — 388
  120. Dewan Pembina Tali Foundation, Tamsil Linrung — 389
  121. Sekolah Insan Cendekia Madani — 390
  122. Sekolah Lontara Meneguhkan Khazanah Identitas Indonesia — 391
  123. Tamsil Linrung: Merajut Solidaritas Menyongsong Era Kemakmuran — 392
  124. Banyak Generasi Muda yang Rabun Sejarah — 394
  125. Asta Cita, Jalan Kebangsaan, dan Reposisi Politik Umat Islam di Indonesia — 395
  126. Regenerasi, Institusionalisasi, dan Kontinuitas Gerakan Politik Umat — 398
  127. Janji Sejarah, Etika Kekuasaan, dan Arah Generasi Penerus — 400
  128. BAB 8 — 403
  129.  SYURA DAN KEPEMIMPINAN UMAT — 403
  130. Refleksi QS Ali Imran: 159 dan Al-Syura: 38 — 404
  131. Tiga Tokoh Rujukan: Malik bin Nabi, Muhammad Iqbal, dan Buya HAMKA — 405
  132. Malik Bin Nabi — 405
  133. Sebab Runtuhnya Kaum Muslim — 406
  134. Malik bin Nabi berbicara tentang Waktu — 409
  135. Sir Muhammad Iqbal: Arsitek & Bapak Spritual Islam Pakistan — 410
  136. “Tuhan Manusia”, Iqbal menulis: — 410
  137. Pertamakalinya Diperkenal di Indonesia — 411
  138. HAMKA: Novel “Tenggelamnya Kapal van der Wijck” — 413
  139. Negara Pemenang. Negara maju yang diridhai Allah SWT — 416
  140. Membangun Pusat-Pusat Kepemimpinan Unggulan — 420
  141. Konteks Politik dan Transformasi Peran — 422
  142. Basis Ideologi dan Etika Politik — 423
  143. Strategi Navigasi dalam Sistem Politik — 424
  144. Relasi Politik, Jaringan Sosial, dan Legitimasi Publik — 425
  145. Kebijakan Publik, Advokasi, dan Pengaruh Legislasi — 426
  146. Dinamika Elektoral dan Strategi Keterpilihan — 427
  147. Tantangan Oligarki dan Politik Transaksional — 428
  148. Isu Kebangsaan dan Posisi Kritis dalam Kebijakan Negara — 430
  149. Kolaborasi Politik dan Aliansi Strategis — 431
  150. Integritas Personal dan Konsistensi Sikap Politik — 433
  151. Kepemimpinan Personal dan Kapasitas Komunikasi Politik — 434
  152. Rekam Jejak, Memori Kolektif, dan Kontinuitas Perjuangan — 435
  153. Regenerasi Politik dan Konsolidasi Kader Umat — 437
  154. Relevansi Strategis dan Arah Politik Kebangsaan ke Depan — 438
  155. BAB 9 — 441
  156.  EPILOG: PENJAGA HIKMAH — 441
  157. Filosofi “Cappa Badik” — 442
  158. Apa Makna Siri’ dalam Tataran Praksis? — 443
  159. Konsep “Tellu Cappa” — 444
  160. Pesan Tau ri olo, Nenek Moyang — 445
  161. Ulil Amri: Hikmah untuk Indonesia — 448
  162. Memahami Ulil Amri dari Sumber Asli — 449
  163. Ulil Amri dan Syarat Ditaati — 450
  164. Ulil Amri dalam Sejarah Umat Islam — 451
  165. Perjuangan Menegakkan Pemerintahan Islam — 451
  166. Sang Penjaga Hikmah — 452
  167. Apakah Sesungguhnya Hikmah Itu? — 453
  168. Hikmah Dalam al-Quran — 456
  169. Sikap al-Hikmah dalam al-Quran — 457
  170. Perjalanan Belum Selesai — 459
  171. Biodata Penulis — 463
  172. Indeks — 465
SKUNAH-MTDWBPFG
JudulWarisan Hikmah Tamsil Linrung
PenulisNunu A. Hamijaya
Penerbit
Tahun terbit2026
ISBN
Jumlah halaman475 halaman
BahasaIndonesia
FormatPDF Digital
Ukuran berkas5.6 MB
Batas unduh5 kali, berlaku 1 tahun sejak pembelian

Belum ada ulasan untuk karya ini. Jadilah yang pertama setelah membacanya.

Mungkin Cocok Juga

Karya lain yang berdekatan

−50% Pilihan PDF
Sampul KHR. MUHAMMAD NUH BIN IDRIS Lihat Detail
Sanad & Tokoh

KHR. MUHAMMAD NUH BIN IDRIS

Pendiri Madrasah Al-’Ianah Cianjur (Ulama, Mursyid Tijani, Penasehat SI Dan Politisi Masjoemi)

147 hlm 0 terjual
Rp10.000 Rp20.000
−50% Pilihan PDF
Sampul Historiografi Lihat Detail
Politik Historiografi

Historiografi

Umat Islam Bangsa Indonesia (UIBI) (1916-2016)

388 hlm 0 terjual
Rp10.000 Rp20.000